Halo sobat pada pos kedua ini , saya akan memberikan pos yang sebelumnya menjadi urutan nomor 1 di pencarian google tentang "Makalah Agama Islam : Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad". Semoga repost ini dapat bermanfaat bagi sobat. Sobat tinggal Copy-Paste ke Microsoft Word , maka tulisan atau halaman akan pas atau sesuai dengan yang diinginkan
Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW
|
Oleh
:
Unlimited Network
Kata Pengantar
|
Penulis
memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT , yang telah memberikan nikmat dan
rahmat-Nya. Sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Tidak lupa penulis menyampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu mengumpulkan materi dan gambar.
Tujuan dibuatnya makalah ini untuk meningkatkan
pegetahuan dan ketaqwaan teman-teman tentang Agama Islam.
Penulis
telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin , tapi ada pepatah “ tak ada
gading yang tak retak ”. Demikiannya dengan makalah ini masih banyak ditemui
kekurangan.
Akhirnya penulis berharap makalah
ini membawa manfaat untuk teman-teman dan sebagai sumbangsih bagi dunia pendidikan.
Penulis
Daftar Isi
|
1. Kata
Pengantar…………………………………………………................ 2
2. Daftar
Isi…………………………………………………………………... 3
3. Kondisi Masyarakat Sebelum Islam Disebar
Luaskan…………………… 4
4. Intro……………………………………………………………….............. 4
5. Misi Dakwah (Kerasulan) Nabi
Muhammad SAW………………............. 5
6. Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW……………………………....
5
7. Perubahan Masyarakat Mekkah Setelah
Masuknya Islam………………..10
8. Meneladani Dakwah Nabi Muhammad beserta
Sahabatnya………………10
9.
Pengganti Pemerintah Madinah
Setelah Nabi Muhammad Wafat……….. 12
10. Daftar
Pustaka……………………………………………………............. 13
Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW
|
1. Kondisi Masyarakat Sebelum Islam Disebar
Luaskan :
a.
Kondisi
Kebudayaan (Positif) :
·
Menghormati
dan Memuliakan Tamu
·
Masyarakat
dapat meciptakan syair-syair yang terkenal
b.
Kondisi
Kebudayaan (Negatif)
·
Mengubur
anak/bayi perempuan yang masih hidup
·
Tatakrama
kurang baik , misalnya dalam cara makan dan minum
·
Fanatisme
kabilah begitu kuat
2. Intro :
a.
Nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT
adalah Nabi Muhammad SAW (Q.33:40). Ia dipilih menjadi nabi dan rasul pada usia
40 tahun. Muhammad dilahirkan di Mekah. Kakeknya , Abdul Muttalib , menamainya
Muhammad (orang terpuji) , sebuah nama yang belum pernah digunakan dan dikenal
sebelumnya. Ketika lahir , Muhammad telah menjadi anak yatim. Ayahnya ,
Abdullah , wafat sebelum ia lahir. Ketika berusia 6 tahun , Muhammad sudah
menjadi yatim piatu. Ibunya , Aminah binti Wahab , meninggal dunia dalam
perjalanan pulang dari Yatsrib , setelah berziarah ke kuburan suaminya.
Kemudian , Muhammad diasuh oleh Abdul Muttalib. Sebelum Muhammad berusia 8
tahun , kakeknya wafat. Pamannya , Abi Talib , lalu mengambil alih tanggung
jawab mengasuh Muhammad.
b.
Pada usia 25 tahun Muhammad menikah dengan Khadijah
binti Khuwailid yang berusia 40 tahun. Khadijah adalah seorang pengusaha yang
mempercayai Muhammad untuk menjajakan dagangannya ke Suriah. Karena kejujuran
Muhammad , Khadijah menaruh hati padanya dan menikahinya. Pasangan Khadijah-
Muhammad dikaruniai 2 putra (Qasim serta Abdullah) dan 4 putri (Zainab ,
Rukayyah , Ummu Kalsum , dan Fatimah). Khadijah adalah wanita pertama yang
masuk Islam. Ia meninggal pada usia 65 tahun , setelah 25 tahun menikah dengan
Muhammad.
3. Misi Dakwah (Kerasulan)
Nabi Muhammad SAW :
a.
Mendorong timbulnya kesadaran umat manusia agar mau
melakukan kegiatan belajar dan mengajar
b.
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sepanjang
hayat
c.
Mengeluarkan manusia dari kehidupan dzulumat
(kegelapan) kepada kehidupan yang terang benderang.
d.
Memberantas sikap Jahiliyah
e.
Menyelamatkan manusia dari tepi jurang kehancuran
yang disebabkan karena pertikaian
f.
Melakukan pencerahan batin kepada manusia agar
sehat rohani dan jasmaninya
g.
Menyadarkan manusia agar tidak melakukan perbuatan
yang menimbulkan bencana di muka bumi, seperti permusuhan dan peperangan
4. Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW
a.
Menjelang usia 40 tahun, Muhammad sering menyendiri
dan bertafakur di Gua Hira. Gua ini terletak di Bukit Hira, sekitar 6 km di
sebelah timur laut kota Mekah. Tingginya 155 cm dan bisa memuat 4 orang. Di gua
ini Muhammad beribadah sepanjang Ramadan. Di gua ini pula Muhammad menerima
wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadan 12 SH/6 Agustus 610 M. Malaikat Jibril
menemui dan menyuruhnya membaca wahyu Allah (Q.96:1-5).Kemudian Nabi Muhammad berdakwah selama 22 Tahun 2
Bulan 22 Hari/23 Tahun
b.
Ada dua tahap dakwah yang dilakukan Muhammad.
Pertama, dakwah secara diam-diam selama
3 tahun. Keluarga dan sahabat Nabi yang masuk Islam pada tahap ini antara lain
Khadijah, Abu Bakar as-Siddiq, dan Ali bin Abi Talib. Kedua, dakwah secara
terang-terangan, yang dilakukan Nabi setelah turun perintah Allah (Q.15:94).
Dakwah ini berlangsung hingga Nabi wafat. Banyak sahabat yang memeluk Islam
pada masa ini, antara lain Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.
c.
Dakwah secara sembunyi dilakukan selama 3 tahun dan
disebarkan melalui beberapa golongan , yaitu :
·
Golongan Wanita : Khadijah
·
Golongan Laki-Laki (Dewasa) : Abu Bakar
·
Golongan Laki-Laki (Remaja) : Ali Bin Abi Thalib
·
Golongan Budak : Zaid Bin Haritsal
d.
Kaum musyrik Quraisy tak mampu menghentikan dakwah Muhammad. Berbagai cara
mereka lakukan, tapi hasilnya tetap nihil. Mereka lalu mengutus 10 orang untuk
menemui Abi Talib dan meminta agar ia mau membujuk keponakannya berhenti
berdakwah. Namun Muhammad menolak permintaan tersebut. Melihat keteguhan hati Muhammad
, Abi Talib akhirnya mendukung keputusan keponakannya itu dan berjanji untuk
selalu melindunginya dari ancaman orang Quraisy. Muhammad benar-benar sedih
ketika Abi Talib yang menjadi pelindung utamanya wafat pada bulan Ramadan 2 SH ,
dalam usia 87 tahun. Belum hilang kesedihannya, Khadijah, istrinya yang ia
cintai dan selalu mendampinginya dalam perjuangan, juga meninggal dunia.
Muhammad sangat sedih dengan wafatnya kedua orang yang menjadi pembela
risalahnya itu. Karena itu , tahun ke- 10 kenabian ini disebut ‘Am al-Huzn
(tahun duka cita).
e.
Pada tahun ke-10 kenabian, terjadi peristiwa Isra Mikra’.
Allah Swt. memperjalankan Nabi Saw. pada malam hari (Isra) dari Masjidilharam
di Mekah ke Masjidilaksa di Yerusalem, kemudian membawanya naik (mikraj) ke
langit agar bisa menyaksikan kekuasaan Allah Swt. (Q.17:1). Dalam kesempatan
mi’raj itulah Nabi menerima perintah dari Allah Swt. berupa kewajiban
menjalankan salat lima waktu.
f.
Gangguan kaum Quraisy terhadap Muhammad semakin menjadi-jadi
setelah paman dan istrinya wafat. Pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian,
Muhammad pergi ke luar kota Mekah menuju Ta’if (65 km sebelah tenggara Mekah)
bersama anak angkatnya, Zaid bin Harisah, untuk menyebarkan dakwah. Selama
sepuluh hari , Nabi Muhammad menemui para pemuka Bani Saqif. Namun kehadiran
Nabi di sana ditolak oleh mereka
g.
Suatu saat Nabi bertemu dengan enam orang suku Aus dan
Khazraj dari Yatsrib. Nabi menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan
agama Islam. Mereka pun lalu menyatakan masuk Islam di hadapan Nabi. Setelah
pulang ke Yatsrib, mereka memberitahukan hal tersebut kepada penduduk lainnya.
Pada musim haji berikutnya, datanglah delegasi suku Aus dan Khazraj menemui
Nabi di Aqabah. Mereka menyatakan ikrar kesetiaan kepada Nabi, yang kemudian
dikenal dengan Ikrar Aqabah. Mereka juga meminta agar Nabi bersedia pindah ke
Yatsrib untuk menghindari gangguan orang Kuraisy. Mereka berjanji akan membela
Nabi dari segala ancaman. Sebelum hijrah ke Yatsrib, kaum Quraisy berencana
membunuh Nabi. Tapi rencana jahat itu ketahuan sebelum terlaksana. Ketika
mereka mengepung rumah Nabi, mereka hanya menemukan Ali bin Abi Talib di tempat
tidur Nabi, sementara Nabi dan Abu Bakar sudah pergi. Ketika kaum Quraisy
mengejar, Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Sur. Setelah aman barulah
mereka melanjutkan perjalanan ke Yatsrib.
h.
Kurang lebih 13 Tahun Nabi Muhammad berdakwah di Mekkah
tapi kaum Quraisy tetap belum mau menerima risalah kenabiannya. Maka Nabi
hijrah ke Yatsrib (Sekarang bernama Madinah). Tapi sebelum sampai di Yastrib
(Madinah) , Nabi dan Abu Bakar singgah di Quba, sebuah desa yang jaraknya 10 km
dari Madinah. Nabi tinggal di sana selama beberapa hari, sambil menunggu
kedatangan Ali bin Abi Talib dari Mekah. Di desa ini, Nabi membangun Masjid
Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Saw. sebagai pusat
peribadatan. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-12 kenabian Muhammad
i.
Di Madinah, Nabi
memimpin penataan dan peletakan dasar- dasar kehidupan bagi kaum muslim dan
penduduk Madinah dalam beberapa langkah. Pertama, mempererat tali ukhuwah
Islamiah (persaudaraan Islam) antara kaum Muhajirin dan Ansar yang sudah masuk
Islam. Kedua, membangun Masjid Nabawi, sebagai tempat untuk mewujudkan rasa
persaudaraan itu. Ketiga, mengikat tali persaudaraan dengan komunitas lain yang
tidak beragama Islam, yaitu kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Ikatan hubungan
itu terwujud dalam perjanjian yang disebut dengan Misaq Madinah (Piagam
Madinah). Dengan dasar-dasar itu, masyarakat Madinah bisa disebut sebagai
sebuah negara, dengan Nabi Muhammad sebagai kepala negara. Setelah Nabi hijrah,
kota Yatsrib kemudian dikenal dengan sebutan Madinah an-Nabi (kota Nabi) atau
Madinah al- Munawwarah (kota yang bercahaya).
j.
Kendati Nabi dan pengikutnya sudah hijrah ke Madinah,
orang Quraisy terus mengganggu mereka. Sementara itu kaum Yahudi di Madinah iri
melihat kondisi militer, politik, dan ekonomi kaum muslim semakin baik. Mereka
lantas bersekongkol dengan kaum Kuraisy untuk melumpuhkan kaum muslim. Karena
kaum muslim semakin terancam, Allah mengizinkan mereka untuk berperang
(Q.22:39-41). Setelah mendapat izin Allah Swt., Nabi dan kaum muslim lalu
memerangi orang Kuraisy dan Yahudi. Ada beberapa peperangan yang dipimpin Nabi,
misalnya Perang Badr, Perang Uhud, Perang Khandaq (parit), dan Fath Makkah.
k.
Pada tahun ke-6 hijrah, Nabi bermimpi memasuki kota Mekah
dan bertawaf (mengelilingi Ka’bah). Mimpi itu disampaikan kepada para sahabat.
Saat itu pula, Nabi mengumumkan kepada kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji
di Mekah. Namun kaum musyrik Kuraisy menghalang- halangi mereka. Kaum Kuraisy
kemudian mengutus Suhayl bin Amr untuk bertemu dengan Nabi dan membuat
perjanjian perdamaian. Nabi dan Suhayl menyepakati syarat- syarat perdamaian
itu. Kalimat perjanjian ditulis oleh Ali bin Abi Talib, atas perintah Nabi.
Perjanjian itu dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah.
l.
Berikut isi perjanjian Hudaibiyah :
·
Kaum muslim dan kaum Kuraisy mengadakan gencatan senjata
selama 10 tahun. Jika ada kaum Kuraisy yang menyeberang ke pihak Nabi tanpa
seizin walinya, ia harus dikembalikan kepada mereka, tapi jika pengikut
Muhammad menyeberang ke pihak musyrik Kuraisy, ia tidak akan dikembalikan
kepada Muhammad. Kabilah-kabilah Arab bebas bersekutu dengan Muhammad ataupun
dengan orang Kuraisy. Pada tahun tersebut (6H), Nabi dan rombongan harus
kembali ke Madinah dan tidak boleh masuk ke Mekah. Mereka juga harus menunda
ibadah haji hingga tahun berikutnya, dengan syarat tidak akan tinggal di Mekah
lebih dari tiga hari dan tidak membawa senjata selain pedang di dalam
sarungnya.
m.
Setahun setelah Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani,
Nabi dan kaum muslim dapat memasuki kota Mekah untuk beribadah haji di Ka’bah.
Kaum musyrik Kuraisy membiarkan mereka tinggal di Mekah selama tiga hari.
Kesempatan ini digunakan oleh Nabi dan kaum muslim untuk menunaikan umrah, yang
disebut ‘Umrah al-Qada’, pengganti umrah yang tidak terlaksana pada tahun sebelumnya
karena dilarang kaum musyrik Kuraisy.
n.
Perjanjian Hudaibiyah menciptakan suasana tenang dan
aman. Enam bulan setelah perjanjian itu Nabi berdakwah kepada para penguasa di
sekitar Arab, dengan cara mengirimkan surat, antara lain kepada penguasa Iran,
Mesir, Abessinia, Persia dan Romawi (Bizantium). Surat Nabi seluruhnya
berjumlah sekitar 105 buah. Namun, tidak semua teks surat itu disalin lengkap.
Surat itu berisi seruan untuk masuk Islam. Setiap surat dicap dengan stempel
dari perak yang diukir dengan tiga baris kata: Muhammad, Rasul, Allah.
5. Perubahan Masyarakat Mekkah Setelah
Masuknya Islam
a.
Sejak saat Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam di
Mekkah , banyak orang yang pada saat itu masih menganut kepercayaan watsani
berbondong-bondong masuk ke Islam. Hal ini menyebabkan beberapa perubahan yang
terjadi di Mekkah , antara lain :
·
Bangsa Arab yang semula sangat gemar
melantunkan dan mendengarkan syair-syair para penyair di pasar Ukaz pada zaman
Islam, mereka asik membaca Qur'an siang dan malam
·
Kebiasaan meratap yang sering dilakukan
pada masa jahiliah mereka tinggalkan.Karena agama Islam telah melarang
perbuatan meratap
·
Pada zaman Islam,bangsa Arab juga telah
merubah kebiasaan mereka yang suka membunuh anak perempuan yang baru lahir.
·
Terhapusnya sistem perbudakan karena
dalam Islam semua orang memiliki hak yang sama.
·
Adanya pengaturan terhadap
pernikahan.Sehingga kebiasaan mengawini janda bekas ayah yang dilakukan oleh
masyarakat jahiliah dilarang.
b.
Dari segi perubahan terlihat jelas
masyarakat Mekkah tidak lagi meyembah berhala , bulan , maupun matahari.
6. Meneladani Dakwah Nabi Muhammad beserta
Sahabatnya
a.
Jika saja setiap orang mau
jujur ketika ditanya siapa orang yang layak dan pantas dijadikan panutan hidup
dalam sepanjang sejarah peradaban manusia sejak nabi Adam hingga sekarang, maka
tentu jawabannya adalah Muhammad bin Abdullah yakni Nabiyullah sekaligus
Rasul-Nya. Baik jika yang ditanya itu Non Muslim dan terlebih lagi yang
beragama Islam.
b.
Misalnya, Michael H. Hart
(seorang non Muslim) yang menempatkan Rasulullah sebagai manusia pertama dalam
buku yang berjudul “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
manusia”. Atau kita bisa melihat beberapa pengakuan para pemikir barat tentang
Nabi Muhammad SAW, diantaranya :
·
Muhammad adalah suatu jiwa
yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang
orang di sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu,
dalam bukunya The Prophets of the East (Nabi-nabi dari Timur), Calcutta 1935,
halaman 122.)
·
Empat tahun setelah kematian
justinian, 569 m, lahir di Makkah di tanah Arab, seorang yang memberikan
pengaruh yang terbesar bagi umat manusia. Orang itu adaIah …Muhammad …. ” (John
William Draper, M.D., LLD., dalam bukunya A History of the Intellectual
Development of Europe (Sejarah Perkembangan Intelektual di Eropa), London
1875.)
·
“Saya ragu apakah ada orang
lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang dilakukan oleh
dia (Muhammad SAW).” (R.V.C. Bodley dalam The Messenger (Sang Utusan), London
1946, halaman 9.).
·
Saya telah mempelajari dia
(Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) laki-laki yang luar biasa dan menurut
saya, terlepas dari pemikiran anti kristen, dia adalah penyelamat umat
manusia.” (George Bernard Shaw dalam The Genuine of Islam (Islam yang Murni),
volume I no. 81936).
·
“Dengan sebuah keberuntungan
yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah pendiri dari suatu negara,
suatu kerajaan dan suatu agama.” (R.Bosworth-Smith dalam Mohammed and
Mohammedanism, 1946)
·
“Muhammad adalah pribadi
religius yang paling sukses” (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11)
c.
Itulah beberapa pengakuan
dari orang-orang yang jujur dalam memberikan sebuah penilaian terhadap
kepemimpinan Rasulullah saw sebagai nabi dan Rasul, sebagai kepala Negara,
bahkan sebagai pemimpin di dalam rumah tangga beliau. Lantas, kenapa kita masih
tidak mau atau jarang menjadikan perjalanan hidup Rasulullah, baik dakwah dan
perjuangannya sejak dari Makkah hingga berhasil mendirikan Negara di Madinah
sebagai sebuah teladan bagi kita? Bukankah Allah SWT telah mengatakan di dalam
Al Qur’an bahwa di dalam diri Muhammad itu ada suri tauladan bagi kita ?
7. Pengganti Pemerintah Madinah Setelah Nabi Muhammad Wafat
a.
Abu Bakar (11-13 H) (632-634
M)
b.
Umar Bin Khattab (13-23 H)
(634-644 M)
c.
Usman Bin Affan (23-35 H)
(644-656 M)
d.
Ali Bin
Abi Thalib (35-40 H) (656-661 M)
Daftar Pustaka
|
·
http://muslimdaily.net
· http://unlimited-network.blogspot.com/
·
Buku
Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 7
0 Comments:
Posting Komentar