Senin, 29 April 2013

Makalah Agama Islam : Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW

Leave a Comment
Halo sobat pada pos kedua ini , saya akan memberikan pos yang sebelumnya menjadi urutan nomor 1 di pencarian google tentang "Makalah Agama Islam : Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad". Semoga repost ini dapat bermanfaat bagi sobat. Sobat tinggal Copy-Paste ke Microsoft Word , maka tulisan atau halaman akan pas atau sesuai dengan yang diinginkan




Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW





















                                                          Oleh :

                                     Unlimited Network


                                                       


Kata Pengantar






                Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT , yang telah memberikan nikmat dan rahmat-Nya. Sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan makalah ini.

            Tidak lupa penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengumpulkan materi dan gambar.

            Tujuan dibuatnya makalah ini untuk meningkatkan pegetahuan dan ketaqwaan teman-teman tentang Agama Islam.

Penulis telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mungkin , tapi ada pepatah “ tak ada gading yang tak retak ”. Demikiannya dengan makalah ini masih banyak ditemui kekurangan.

            Akhirnya penulis berharap makalah ini membawa manfaat untuk teman-teman dan sebagai sumbangsih bagi dunia pendidikan.

                       


                                   

                                                                                                            Penulis




Daftar Isi





       

1.     Kata Pengantar…………………………………………………................ 2

2.     Daftar Isi…………………………………………………………………... 3

3.     Kondisi Masyarakat Sebelum Islam Disebar Luaskan…………………… 4

4.     Intro……………………………………………………………….............. 4

5.     Misi Dakwah (Kerasulan) Nabi Muhammad SAW………………............. 5

6.     Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW…………………………….... 5

7.     Perubahan Masyarakat Mekkah Setelah Masuknya Islam………………..10

8.     Meneladani Dakwah Nabi Muhammad beserta Sahabatnya………………10

9.     Pengganti Pemerintah Madinah Setelah Nabi Muhammad Wafat……….. 12

10.     Daftar Pustaka……………………………………………………............. 13














Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW








1.      Kondisi Masyarakat Sebelum Islam Disebar Luaskan :

a.       Kondisi Kebudayaan (Positif) :

·   Menghormati dan Memuliakan Tamu

·   Masyarakat dapat meciptakan syair-syair yang terkenal

b.      Kondisi Kebudayaan (Negatif)

·   Mengubur anak/bayi perempuan yang masih hidup

·   Tatakrama kurang baik , misalnya dalam cara makan dan minum

·   Fanatisme kabilah begitu kuat


2.      Intro :

a.       Nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah Nabi Muhammad SAW (Q.33:40). Ia dipilih menjadi nabi dan rasul pada usia 40 tahun. Muhammad dilahirkan di Mekah. Kakeknya , Abdul Muttalib , menamainya Muhammad (orang terpuji) , sebuah nama yang belum pernah digunakan dan dikenal sebelumnya. Ketika lahir , Muhammad telah menjadi anak yatim. Ayahnya , Abdullah , wafat sebelum ia lahir. Ketika berusia 6 tahun , Muhammad sudah menjadi yatim piatu. Ibunya , Aminah binti Wahab , meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari Yatsrib , setelah berziarah ke kuburan suaminya. Kemudian , Muhammad diasuh oleh Abdul Muttalib. Sebelum Muhammad berusia 8 tahun , kakeknya wafat. Pamannya , Abi Talib , lalu mengambil alih tanggung jawab mengasuh Muhammad.

b.      Pada usia 25 tahun Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid yang berusia 40 tahun. Khadijah adalah seorang pengusaha yang mempercayai Muhammad untuk menjajakan dagangannya ke Suriah. Karena kejujuran Muhammad , Khadijah menaruh hati padanya dan menikahinya. Pasangan Khadijah- Muhammad dikaruniai 2 putra (Qasim serta Abdullah) dan 4 putri (Zainab , Rukayyah , Ummu Kalsum , dan Fatimah). Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam. Ia meninggal pada usia 65 tahun , setelah 25 tahun menikah dengan Muhammad.


3.      Misi Dakwah (Kerasulan) Nabi Muhammad SAW :

a.       Mendorong timbulnya kesadaran umat manusia agar mau melakukan kegiatan belajar dan mengajar

b.      Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sepanjang hayat

c.       Mengeluarkan manusia dari kehidupan dzulumat (kegelapan) kepada kehidupan yang terang benderang.

d.      Memberantas sikap Jahiliyah

e.       Menyelamatkan manusia dari tepi jurang kehancuran yang disebabkan karena pertikaian

f.       Melakukan pencerahan batin kepada manusia agar sehat rohani dan jasmaninya

g.      Menyadarkan manusia agar tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan bencana di muka bumi, seperti permusuhan dan peperangan


4.      Perjalanan Dakwah Nabi Muhammad SAW

a.       Menjelang usia 40 tahun, Muhammad sering menyendiri dan bertafakur di Gua Hira. Gua ini terletak di Bukit Hira, sekitar 6 km di sebelah timur laut kota Mekah. Tingginya 155 cm dan bisa memuat 4 orang. Di gua ini Muhammad beribadah sepanjang Ramadan. Di gua ini pula Muhammad menerima wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadan 12 SH/6 Agustus 610 M. Malaikat Jibril menemui dan menyuruhnya membaca wahyu Allah (Q.96:1-5).Kemudian Nabi Muhammad berdakwah selama 22 Tahun 2 Bulan 22 Hari/23 Tahun

b.      Ada dua tahap dakwah yang dilakukan Muhammad. Pertama, dakwah secara diam-diam selama 3 tahun. Keluarga dan sahabat Nabi yang masuk Islam pada tahap ini antara lain Khadijah, Abu Bakar as-Siddiq, dan Ali bin Abi Talib. Kedua, dakwah secara terang-terangan, yang dilakukan Nabi setelah turun perintah Allah (Q.15:94). Dakwah ini berlangsung hingga Nabi wafat. Banyak sahabat yang memeluk Islam pada masa ini, antara lain Umar bin Khattab dan Usman bin Affan.

c.       Dakwah secara sembunyi dilakukan selama 3 tahun dan disebarkan melalui beberapa golongan , yaitu :

·   Golongan Wanita : Khadijah

·   Golongan Laki-Laki (Dewasa) : Abu Bakar

·   Golongan Laki-Laki (Remaja) : Ali Bin Abi Thalib

·   Golongan Budak : Zaid Bin Haritsal

d.      Kaum musyrik Quraisy tak mampu menghentikan dakwah Muhammad. Berbagai cara mereka lakukan, tapi hasilnya tetap nihil. Mereka lalu mengutus 10 orang untuk menemui Abi Talib dan meminta agar ia mau membujuk keponakannya berhenti berdakwah. Namun Muhammad menolak permintaan tersebut. Melihat keteguhan hati Muhammad , Abi Talib akhirnya mendukung keputusan keponakannya itu dan berjanji untuk selalu melindunginya dari ancaman orang Quraisy. Muhammad benar-benar sedih ketika Abi Talib yang menjadi pelindung utamanya wafat pada bulan Ramadan 2 SH , dalam usia 87 tahun. Belum hilang kesedihannya, Khadijah, istrinya yang ia cintai dan selalu mendampinginya dalam perjuangan, juga meninggal dunia. Muhammad sangat sedih dengan wafatnya kedua orang yang menjadi pembela risalahnya itu. Karena itu , tahun ke- 10 kenabian ini disebut ‘Am al-Huzn (tahun duka cita).

e.       Pada tahun ke-10 kenabian, terjadi peristiwa Isra Mikra’. Allah Swt. memperjalankan Nabi Saw. pada malam hari (Isra) dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Yerusalem, kemudian membawanya naik (mikraj) ke langit agar bisa menyaksikan kekuasaan Allah Swt. (Q.17:1). Dalam kesempatan mi’raj itulah Nabi menerima perintah dari Allah Swt. berupa kewajiban menjalankan salat lima waktu.

f.       Gangguan kaum Quraisy terhadap Muhammad semakin menjadi-jadi setelah paman dan istrinya wafat. Pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian, Muhammad pergi ke luar kota Mekah menuju Ta’if (65 km sebelah tenggara Mekah) bersama anak angkatnya, Zaid bin Harisah, untuk menyebarkan dakwah. Selama sepuluh hari , Nabi Muhammad menemui para pemuka Bani Saqif. Namun kehadiran Nabi di sana ditolak oleh mereka

g.      Suatu saat Nabi bertemu dengan enam orang suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib. Nabi menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan agama Islam. Mereka pun lalu menyatakan masuk Islam di hadapan Nabi. Setelah pulang ke Yatsrib, mereka memberitahukan hal tersebut kepada penduduk lainnya. Pada musim haji berikutnya, datanglah delegasi suku Aus dan Khazraj menemui Nabi di Aqabah. Mereka menyatakan ikrar kesetiaan kepada Nabi, yang kemudian dikenal dengan Ikrar Aqabah. Mereka juga meminta agar Nabi bersedia pindah ke Yatsrib untuk menghindari gangguan orang Kuraisy. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. Sebelum hijrah ke Yatsrib, kaum Quraisy berencana membunuh Nabi. Tapi rencana jahat itu ketahuan sebelum terlaksana. Ketika mereka mengepung rumah Nabi, mereka hanya menemukan Ali bin Abi Talib di tempat tidur Nabi, sementara Nabi dan Abu Bakar sudah pergi. Ketika kaum Quraisy mengejar, Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Sur. Setelah aman barulah mereka melanjutkan perjalanan ke Yatsrib.

h.      Kurang lebih 13 Tahun Nabi Muhammad berdakwah di Mekkah tapi kaum Quraisy tetap belum mau menerima risalah kenabiannya. Maka Nabi hijrah ke Yatsrib (Sekarang bernama Madinah). Tapi sebelum sampai di Yastrib (Madinah) , Nabi dan Abu Bakar singgah di Quba, sebuah desa yang jaraknya 10 km dari Madinah. Nabi tinggal di sana selama beberapa hari, sambil menunggu kedatangan Ali bin Abi Talib dari Mekah. Di desa ini, Nabi membangun Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Saw. sebagai pusat peribadatan. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-12 kenabian Muhammad








i.        Di Madinah, Nabi memimpin penataan dan peletakan dasar- dasar kehidupan bagi kaum muslim dan penduduk Madinah dalam beberapa langkah. Pertama, mempererat tali ukhuwah Islamiah (persaudaraan Islam) antara kaum Muhajirin dan Ansar yang sudah masuk Islam. Kedua, membangun Masjid Nabawi, sebagai tempat untuk mewujudkan rasa persaudaraan itu. Ketiga, mengikat tali persaudaraan dengan komunitas lain yang tidak beragama Islam, yaitu kaum Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Ikatan hubungan itu terwujud dalam perjanjian yang disebut dengan Misaq Madinah (Piagam Madinah). Dengan dasar-dasar itu, masyarakat Madinah bisa disebut sebagai sebuah negara, dengan Nabi Muhammad sebagai kepala negara. Setelah Nabi hijrah, kota Yatsrib kemudian dikenal dengan sebutan Madinah an-Nabi (kota Nabi) atau Madinah al- Munawwarah (kota yang bercahaya).

j.        Kendati Nabi dan pengikutnya sudah hijrah ke Madinah, orang Quraisy terus mengganggu mereka. Sementara itu kaum Yahudi di Madinah iri melihat kondisi militer, politik, dan ekonomi kaum muslim semakin baik. Mereka lantas bersekongkol dengan kaum Kuraisy untuk melumpuhkan kaum muslim. Karena kaum muslim semakin terancam, Allah mengizinkan mereka untuk berperang (Q.22:39-41). Setelah mendapat izin Allah Swt., Nabi dan kaum muslim lalu memerangi orang Kuraisy dan Yahudi. Ada beberapa peperangan yang dipimpin Nabi, misalnya Perang Badr, Perang Uhud, Perang Khandaq (parit), dan Fath Makkah.

k.      Pada tahun ke-6 hijrah, Nabi bermimpi memasuki kota Mekah dan bertawaf (mengelilingi Ka’bah). Mimpi itu disampaikan kepada para sahabat. Saat itu pula, Nabi mengumumkan kepada kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji di Mekah. Namun kaum musyrik Kuraisy menghalang- halangi mereka. Kaum Kuraisy kemudian mengutus Suhayl bin Amr untuk bertemu dengan Nabi dan membuat perjanjian perdamaian. Nabi dan Suhayl menyepakati syarat- syarat perdamaian itu. Kalimat perjanjian ditulis oleh Ali bin Abi Talib, atas perintah Nabi. Perjanjian itu dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah.

l.        Berikut isi perjanjian Hudaibiyah :

·   Kaum muslim dan kaum Kuraisy mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun. Jika ada kaum Kuraisy yang menyeberang ke pihak Nabi tanpa seizin walinya, ia harus dikembalikan kepada mereka, tapi jika pengikut Muhammad menyeberang ke pihak musyrik Kuraisy, ia tidak akan dikembalikan kepada Muhammad. Kabilah-kabilah Arab bebas bersekutu dengan Muhammad ataupun dengan orang Kuraisy. Pada tahun tersebut (6H), Nabi dan rombongan harus kembali ke Madinah dan tidak boleh masuk ke Mekah. Mereka juga harus menunda ibadah haji hingga tahun berikutnya, dengan syarat tidak akan tinggal di Mekah lebih dari tiga hari dan tidak membawa senjata selain pedang di dalam sarungnya.

m.    Setahun setelah Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani, Nabi dan kaum muslim dapat memasuki kota Mekah untuk beribadah haji di Ka’bah. Kaum musyrik Kuraisy membiarkan mereka tinggal di Mekah selama tiga hari. Kesempatan ini digunakan oleh Nabi dan kaum muslim untuk menunaikan umrah, yang disebut ‘Umrah al-Qada’, pengganti umrah yang tidak terlaksana pada tahun sebelumnya karena dilarang kaum musyrik Kuraisy.

n.      Perjanjian Hudaibiyah menciptakan suasana tenang dan aman. Enam bulan setelah perjanjian itu Nabi berdakwah kepada para penguasa di sekitar Arab, dengan cara mengirimkan surat, antara lain kepada penguasa Iran, Mesir, Abessinia, Persia dan Romawi (Bizantium). Surat Nabi seluruhnya berjumlah sekitar 105 buah. Namun, tidak semua teks surat itu disalin lengkap. Surat itu berisi seruan untuk masuk Islam. Setiap surat dicap dengan stempel dari perak yang diukir dengan tiga baris kata: Muhammad, Rasul, Allah.


5.      Perubahan Masyarakat Mekkah Setelah Masuknya Islam

a.       Sejak saat Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam di Mekkah , banyak orang yang pada saat itu masih menganut kepercayaan watsani berbondong-bondong masuk ke Islam. Hal ini menyebabkan beberapa perubahan yang terjadi di Mekkah , antara lain :

·   Bangsa Arab yang semula sangat gemar melantunkan dan mendengarkan syair-syair para penyair di pasar Ukaz pada zaman Islam, mereka asik membaca Qur'an siang dan malam

·   Kebiasaan meratap yang sering dilakukan pada masa jahiliah mereka tinggalkan.Karena agama Islam telah melarang perbuatan meratap

·   Pada zaman Islam,bangsa Arab juga telah merubah kebiasaan mereka yang suka membunuh anak perempuan yang baru lahir.

·   Terhapusnya sistem perbudakan karena dalam Islam semua orang memiliki hak yang sama.

·   Adanya pengaturan terhadap pernikahan.Sehingga kebiasaan mengawini janda bekas ayah yang dilakukan oleh masyarakat jahiliah dilarang.

b.      Dari segi perubahan terlihat jelas masyarakat Mekkah tidak lagi meyembah berhala , bulan , maupun matahari.

6.      Meneladani Dakwah Nabi Muhammad beserta Sahabatnya

a.       Jika saja setiap orang mau jujur ketika ditanya siapa orang yang layak dan pantas dijadikan panutan hidup dalam sepanjang sejarah peradaban manusia sejak nabi Adam hingga sekarang, maka tentu jawabannya adalah Muhammad bin Abdullah yakni Nabiyullah sekaligus Rasul-Nya. Baik jika yang ditanya itu Non Muslim dan terlebih lagi yang beragama Islam.

b.      Misalnya, Michael H. Hart (seorang non Muslim) yang menempatkan Rasulullah sebagai manusia pertama dalam buku yang berjudul “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah manusia”. Atau kita bisa melihat beberapa pengakuan para pemikir barat tentang Nabi Muhammad SAW, diantaranya :

·   Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang orang di sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu, dalam bukunya The Prophets of the East (Nabi-nabi dari Timur), Calcutta 1935, halaman 122.)

·   Empat tahun setelah kematian justinian, 569 m, lahir di Makkah di tanah Arab, seorang yang memberikan pengaruh yang terbesar bagi umat manusia. Orang itu adaIah …Muhammad …. ” (John William Draper, M.D., LLD., dalam bukunya A History of the Intellectual Development of Europe (Sejarah Perkembangan Intelektual di Eropa), London 1875.)

·   “Saya ragu apakah ada orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang dilakukan oleh dia (Muhammad SAW).” (R.V.C. Bodley dalam The Messenger (Sang Utusan), London 1946, halaman 9.).

·   Saya telah mempelajari dia (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) laki-laki yang luar biasa dan menurut saya, terlepas dari pemikiran anti kristen, dia adalah penyelamat umat manusia.” (George Bernard Shaw dalam The Genuine of Islam (Islam yang Murni), volume I no. 81936).

·   “Dengan sebuah keberuntungan yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah pendiri dari suatu negara, suatu kerajaan dan suatu agama.” (R.Bosworth-Smith dalam Mohammed and Mohammedanism, 1946)

·   “Muhammad adalah pribadi religius yang paling sukses” (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11)

c.       Itulah beberapa pengakuan dari orang-orang yang jujur dalam memberikan sebuah penilaian terhadap kepemimpinan Rasulullah saw sebagai nabi dan Rasul, sebagai kepala Negara, bahkan sebagai pemimpin di dalam rumah tangga beliau. Lantas, kenapa kita masih tidak mau atau jarang menjadikan perjalanan hidup Rasulullah, baik dakwah dan perjuangannya sejak dari Makkah hingga berhasil mendirikan Negara di Madinah sebagai sebuah teladan bagi kita? Bukankah Allah SWT telah mengatakan di dalam Al Qur’an bahwa di dalam diri Muhammad itu ada suri tauladan bagi kita ?


7.      Pengganti Pemerintah Madinah Setelah Nabi Muhammad Wafat

a.       Abu Bakar (11-13 H) (632-634 M)

b.      Umar Bin Khattab (13-23 H) (634-644 M)

c.       Usman Bin Affan (23-35 H) (644-656 M)

d.      Ali Bin Abi Thalib (35-40 H) (656-661 M)

















Daftar Pustaka






·         www.google.com




·         http://muslimdaily.net

·    http://unlimited-network.blogspot.com/

·         Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 7
Terima Kasih sobat semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan tulisan mohon saran dan kritiknya.

0 Comments:

Posting Komentar